Zakat Maal

Mari Tunaikan Zakat Maal Anda Ke Zakat Indonesia

Zakat Maal

Sudah membayar zakat untuk mensucikan hartamu? Jangan lupa membayar zakat maal untuk harta berikut; Emas dan Perak, Penghasilan / Profesi, Hewan Ternak, Hasil Pertanian, Harta Perniagaan, Hasil Pertambangan dan Kekayaan Laut, Rikaz (Harta Terpendam), Hasil Penyewaan Asset, Hasil Saham dan Obligasi.

Ketahui Nishab dan Haul sebelum Berzakat

Pengertian Nisab

Nisab ialah minimal batas kekayaan seorang muslim yang diwajibkan untuk membayar zakat. Jika seseorang memiliki harta yang telah mencapai nisab, maka dia diwajibkan untuk berzakat. Kadar harta nisab pada zakat bisa berbeda, tergantung dari jenis zakatnya. Zakat harta bisa berupa hasil panen, hasil perniagaan, hasil laut, hasil ternak, emas dan perak, hingga harta temuan. Semuanya mempunyai nisab yang berbeda-beda dan tidak bisa disamakan.

Pengertian Haul

Haul secara Bahasa merupakan bentuk yang berasal dari kata hu’ulun dan ahwalun, yang bermakna sama dengan assanah yakni berarti tahun. Maksud dari kata itu ialah kepemilikan harta tersebut sudah mencapai satu tahun. Persyaratan ini hanya berlaku untuk hewan ternak, perniagaan, dan harta simpanan. Sedangkan harta yang tidak diwajibkan haul ialah biji-bijian, buah-buahan, hasil panen. Sehingga wajib zakat saat sudah nampak kematangan. Adapun waktu penunaian zakat ketika sudah panen

Nisab Zakat Fitrah dalam bentuk uang tunai

Zakat fitrah di Indonesia dapat ditunaikan berupa uang. Nominal yang harus dibayarkan sesuai dengan harga beras yang biasa dikonsumsi sehari-hari. Misal Aisyah biasa mengonsumsi beras seharga Rp 14.000 / kg nya. Maka jumlah zakat yang harus dibayarkan Aisyah adalah harga beras per kilogram dikali dengan 2,5 kilogram. Jadi, jumlah zakat fitrah yang harus ditunaikan adalah Rp 35.000,-.

Nishab dan kadar Zakat Maal

  • Emas dan Perak

    Emas dan perak dikenakan zakat apabila telah mencapai haul dan nisab. Nisab emas adalah 85 gram emas murni atau 20 dinar. Sedangkan nisab perak yaitu 200 dirham atau setara dengan 595 gram perak. Dan jika telah mencapai jumlah yang dimaksud, maka wajib berzakat sebesar 2,5%.

  • Hewan Ternak

    Nisab untuk unta ialah 5 ekor. Sementara untuk sapi, kerbau, kuda, masing-masing adalah 30 ekor. Sementara untuk domba atau kambing yaitu 40 ekor

  • Harta Perniagaan

    Perhitungan harta perniagaan sesuai zakat emas. Besaran zakat yang dkeluarkan sejumlah 2,5%. Misal : Sebuah perusahaan mempunyai laba kotor sejumlah Rp 40.000.000,-. Jika harga 1 gr emas senilai Rp 400.000,- dan dengan nisab 85 gram, jadi nisabnya ialah Rp 34.000.000,-. Sehingga terkena wajib zakat sebesar : 2,5% x Rp 40.000.000 = Rp 1.000.000,-.

  • Harta Pertanian

    Emas dan perak dikenakan zakat apabila telah mencapai haul dan nisab. Nisab emas adalah 85 gram emas murni atau 20 dinar. Sedangkan nisab perak yaitu 200 dirham atau setara dengan 595 gram perak. Dan jika telah mencapai jumlah yang dimaksud, maka wajib berzakat sebesar 2,5%.

  • Harta profesi atau simpanan

    Zakat mal yang dikeluarkan atas harta profesi adalah harta yang berasal dari pendapatan. Untuk nisab zakat penghasilan sejumlah 522 kg beras dengan kadar zakat 2,5%. Sedangkan untuk harta simpanan, para ulama sepakat, jika seseorang mempunyai harta simpanan yang sudah mencapai nisab dan haul, maka wajib berzakat. Nilai zakatnya sebesar 2,5% dari seluruh harta simpanan yang dimiliki

  • Harta karun atau harta temuan

    Harta karun ataupun temuan juga dikenakan zakat. Namun, ada perbedaan pendapat pada beberapa ulama mengenai batas waktu dari zakat harta temuan tersebut. Beberapa ulama berpendapat ada syarat haul. Sementara lainnya mengatakan jika haul tidak berlaku untuk harta temuan. Dan untuk kadar zakat yang dikeluarkan dari harta temuan adalah 20%

Apa saja syarat harta yang dikenakan wajib zakat?

Harta yang terkena wajib zakat

Hewan ternak yang wajib untuk dizakatkan diantaranya sapi, kerbau, kambing, unta, ayam, burung. Besaran zakat hewan ternak adalah sebagai berikut :

 

Zakat hewan ternak kerbau atau sapi :

  1. 30 hingga 39 ekor sapi atau kerbau, zakatnya 1 ekor sapi jantan / betina berusia 1 tahun
  2. 40 hingga 59 ekor sapi atau kerbau, zakatnya 2 ekor anak sapi betina usia 2 tahun
  3. 60 hingga 69 ekor sapi atau kerbau, zakatnya 2 ekor anak sapi jantan
  4. 70 hingga 79 ekor sapi atau kerbau, zakatnya 2 ekor anak sapi jantan usia 1 tahun dan seterusnya

 

Zakat hewan ternak unta

  1. 5-9 ekor unta, dikenai zakat 1 ekor kambing
  2. 10-14 ekor unta, dikenai zakat 2 ekor kambing
  3. 15-19 ekor unta, dikenai zakat 3 ekor kambing
  4. 20-24 ekor unta, dikenai zakat 4 ekor kambing

Zakat hewan ternak domba atau kambing

  1. 0 hingga 120 ekor, dikenai zakat 1 ekor kambing
  2. 120 hingga 200 ekor, dikenai zakat 2 ekor kambing
  3. 201 hingga 399 ekor, dikenai zakat 3 ekor kambing
  4. 400 hingga 499 ekor, dikenai zakat 4 ekor kambing, dan setiap 100 ekor maka zakatnya ditambah 1 ekor kambing

Harta tersebut ialah adalah yang dipergunakan dalam kegitan jual-beli dengan berbagai macam bentuk. Misal kuliner, alat-alat, perhiasan, pakaian. Perniagaan bisa dilakukan perorangan hingga perusahaan skala besar.

Harta yang satu ini merupakan harta yang terpendam sudah sejak lama. Misal seperti harta karun. Harta temuan tentunya tidak boleh berkepemilikan, baru boleh dikenakan wajib zakat. Besaran zakat dari harta rikaz ialah 20%.

Apabila hasil pertanian mencapai nisab atau setara  653 kg, berarti wajib untuk membayar zakat. Jika ladang dialiri dengan air hujan atau sungai (tanpa biaya), maka besaran zakat adalah 10%. Namun, apabila dialiri dengan pompa atau semacamnya, maka zakat yang ditunaikan adalah 5% setiap kali panen.

Karyawan yang mempunyai pendapatan dan sudah mencapai nisab maka wajib zakat. Nisab seorang pegawai swasta setara 522 kilogram beras, besar zakatnya yakni 2,5 persen. Tetapi sebisanya, berapapun gaji yang diterima saat bekerja, baiknya sisihkan untuk orang yang membutuhkan. Sedangkan nishab zakat tabungan adalah sebesar 85 gr emas. Apabila mempunyai tabungan dalam satu tahun setara 85 gram emas, maka wajib berzakat sebanyak 2,5%.

Orang-orang yang diwajibkan membayar zakat dalam Islam:

Zakat wajib hukumnya bagi umat muslim yang mampu, serta hartanya tidak kurang dalam memenuhi kebutuhan sehari – hari. Dengan berzakat, ikut membantu meringankan beban sesama muslim yang ditimpa kesusahan.

Baligh diartikan sudah cukup umur. Sedangkan berakal berarti tidak mengalami gangguan jiwa dan dapat bertindak secara sadar. Dengan begitu, orang-orang yang tengah mengalami gangguan jiwa tidak diperkenankan untuk menunaikan zakat.

Bagi muslim yang tidak termasuk golongan budak sahaya, wajib untuk menunaikan zakat. Sebab, tidak terkendala apa pun dalam pengelolaan harta dan tidak mempunyai tanggungan utang yang memberatkan.

Bagi seorang muslim yang memiliki harta dan sudah mencapai nisab, maka wajib hukumnya untuk mengeluarkan zakat. Adapun beberapa syarat nisab diantaranya, harta bukan merupakan kebutuhan pokok seperti sandang, pangan, papan, bahkan kendaraan dan alat yang diapkai untuk menafkahi dirinya. Syarat selanjutnya ialah harta yang dimiliki dalam kurun waktu satu tahun.

 

Zakat wajib hukumnya apabila seseorang mempunyai harta secara penuh, dan tak menyangkut hak-hak orang lain. Harta yang dizakati juga harus diperoleh dengan cara yang benar dan halal.

Ini Waktu yang Tepat untuk Menunaikan Zakat

  • 1. Zakat Fitrah

    Salah satu kewajiban umat muslim ialah membayar zakat fitrah. Waktu terbaik untuk pembayaran zakat fitrah menurut Imam Abu Hanifah dan Imam Malik, ialah zakat fitrah ditunaikan sejak tenggelamnya matahari di akhir Ramadhan hingga sebelum sholat Idul Fitri. Lewat dari waktu tersebut, hukum pembayaran zakat fitrah menjadi makruh dan haram.

  • 2. Zakat Maal

    Berbeda dengan zakat fitrah yang hanya ditunaikan saat Ramadhan, waktu pengeluaran zakat maal tidak terikat waktu. Jadi, bisa ditunaikan sepanjang tahun selama syarat zakat terpenuhi.

Tata Cara Pembayaran Zakat

1. Hitung dulu kalkulasi zakat 2. Niatkan dalam hati 3. Transaksi melalui portal donasi 4. Pilih metode pembayaran
Alangkah baiknya hitung dulu kewajiban zakat menggunakan kalkulator zakat. Perlu diingat, bahwa mengeluarkan zakat terkena syarat nisab dan hisab. Jika masih terkendala, bisa tanyakan ke Customer Service kami.
Langkah selanjutnya setelah mengetahui besaran zakat yang dikeluarkan, sobat harus melafadzkan niat minimal dalam hati. Agar zakat yang disalurkan bernilai berkah dan bermanfaat bagi penerima zakat.
Kunjungi portal zakat online, zakatindonesia.com. Di dalamnya terdapat fitur pembayaran online yang sangat mudah diakses. Nah, kamu bisa memastikan jika pilihan kamu sesuai dengan tujuan zakat yang akan ditunaikan. Ingat, jangan sampai salah nominalnya juga, ya.
Banyak pilihan metode pembayaran zakat online baik melalui transfer bank, atau metode pembayaran lainnya. Berikut Rekening Bank Rumah Tahfidz Al – Fatihah:

Rekening Bank Rumah Tahfidz Al-fatihah

2525003777 a.n Rumah Tahfidz Al-Fatihah

0801375141 a.n Rumah Tahfidz Al-Fatihah

0819451024 a.n Rumah Tahfidz Al-Fatihah

1360002220603 a.n Rumah Tahfidz Al-Fatihah

7126822027 a.n Rumah Tahfidz Al-Fatihah

5010113355 a.n Rumah Tahfidz Al-Fatihah

100601000325562 a.n Rumah Tahfidz Al-Fatihah

1042584847 a.n Rumah Tahfidz Al-Fatihah

Barcode e-wallet

Bisa Digunakan Untuk Go-pay, OVO, Link Aja, Dana, Shopee Pay

12345

NB:
Zakat yang masuk melalui campaign ini akan kami input secara offline di campaign zakat kitabisa dengan link kitabisa.com/campaign/zakatalfatihah yang terintegrasi dengan BaznasHub by BAZNAS.